
Ciracas Senin (18 Mei 2026)_Universitas Padjadjaran melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Ciracas sebagai bagian dari upaya pengenalan dan pengkajian budaya lokal di tengah masyarakat pedesaan.
Kedatangan rombongan mahasiswa jurusan Sastra Sunda Universitas Padjadjaran Bandung, disambut langsung oleh Kepala Desa Ciracas, Eman Sulaeman, bertempat di aula desa. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban antara pemerintah desa dan para mahasiswa peserta KKL.
Kegiatan ini bertujuan untuk melihat dan meninjau sejauh mana masyarakat Desa Ciracas masih menjaga serta melestarikan adat dan budaya Sunda di tengah perkembangan zaman yang terus berubah. Desa Ciracas dinilai memiliki kehidupan sosial masyarakat yang masih kuat mempertahankan nilai-nilai tradisional, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Eman Sulaeman menyampaikan pentingnya menjaga adat istiadat dan budaya Sunda sebagai identitas masyarakat yang tidak boleh hilang oleh arus modernisasi.
“Budaya adalah jati diri masyarakat. Kalau generasi muda tidak lagi mengenal adat dan budayanya sendiri, maka perlahan identitas daerah juga akan hilang. Karena itu, menjaga budaya Sunda bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya di hadapan para mahasiswa.
Beliau juga menjelaskan bahwa masyarakat Desa Ciracas hingga saat ini masih mempertahankan berbagai nilai budaya Sunda, mulai dari semangat gotong royong, tata krama dalam kehidupan sosial, hingga tradisi musyawarah yang masih dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
Para mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain berdialog dengan pemerintah desa, mereka juga melakukan pengamatan langsung terhadap kehidupan sosial masyarakat sebagai bagian dari bahan pembelajaran lapangan.
Kegiatan KKL ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat hubungan antara dunia akademik dengan masyarakat desa. Melalui kunjungan tersebut, para mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga warisan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.
Dengan adanya kegiatan ini, Desa Ciracas kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga nilai adat dan budaya Sunda agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda di masa mendatang. (SiBengras)

