
Ciracas, Selasa (5 April) — Semangat gotong royong kembali terlihat di wilayah perbatasan antara Desa Cibeber dan Desa Ciracas melalui kegiatan kerja bakti atau yang dikenal dengan istilah “ngosrek”. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan di tingkat desa.
Sejak pagi hari, warga dari kedua desa telah berkumpul di sepanjang jalur perbatasan yang menjadi lokasi kegiatan. Namun, pada pelaksanaan kali ini, peran aktif perangkat wilayah di Desa Ciracas, khususnya para Ketua RT, RW, serta Kepala Dusun 1 dan Dusun 2, menjadi sorotan utama karena berhasil menggerakkan partisipasi masyarakat.
Koordinasi lapangan dipimpin langsung oleh Kepala Dusun 1 dan Kepala Dusun 2 Desa Ciracas yang bekerja sama dengan seluruh Ketua RW dan RT di wilayah tersebut. Para RT dan RW terlihat aktif membagi tugas kepada warga, mulai dari pembersihan rumput liar di pinggir jalan, pengumpulan sampah, hingga perapihan saluran air di sekitar area perbatasan desa.
Kekompakan antarstruktur wilayah ini membuat kegiatan berlangsung lebih tertata. Setiap RT membawa warganya masing-masing, sehingga pembagian wilayah kerja menjadi lebih efektif dan merata. Para RW juga berperan sebagai penghubung koordinasi antara dusun dan masyarakat, memastikan seluruh titik sasaran kebersihan tersentuh dengan baik.
“Kegiatan ngosrek ini bukan hanya rutinitas, tetapi sudah menjadi gerakan bersama yang harus terus dijaga. RT dan RW di Dusun Ciracas berkomitmen untuk selalu menjadi penggerak utama di tengah masyarakat,” ujar salah satu Ketua RW setempat di sela kegiatan.
Selain itu, antusiasme warga juga menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih sangat kuat di lingkungan Desa Ciracas. Tidak hanya kaum laki-laki, ibu-ibu dan pemuda setempat juga turut serta dalam kegiatan tersebut, mencerminkan kebersamaan lintas usia dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan ngosrek ini sendiri merupakan implementasi dari program Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang mendorong setiap desa untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan kolektif masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga membentuk kesadaran jangka panjang akan pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, jalur perbatasan desa kini tampak lebih bersih dan tertata. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, sekaligus memperkuat peran RT, RW, serta dusun sebagai ujung tombak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. (sibengras)